Penciptaan Alam Semesta
Bagaimana alam semesta tak terbatas ini terbentuk sedemikian rupa dengan segala keindahan dan kesempurnaannya?
Pertanyaan itu telah menarik para ilmuan dan filsuf untuk menjawabnya. Bagi mereka yang berakal sehat maka sampailah pada kesimpulan bahwa rancangan dan keteraturan alam semesta ini merupakan bukti keadaan Pencipta Maha Tinggi yang menguasai seluruh alam raya ini.
Allah mengungkapkan pernyataan ini dalam kitab suci-Nya:
"Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya.Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi setelah itu dihamparkanNya." (Qs. An. Nazi'at:27-30)
Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa Dia telah menciptakan alam semesta dari ketiadaan untuk suatu tujuan khusus, dan dilengkapi dengan semua sistem keseimbangannya yang di rancang khusus untuk kehidupan manusia.Kebenaran yang tertulis dalam al- Qur'an juga di tegaskan oleh sejumlah penemu penting ilmu astronomi modern seperti Galileo, Kepler, dan Newton. Semua menyadari bahwa struktur keseimbangan alam semesta dan rancangan tata surya, semuanya diciptakan Tuhan.
@ Teori Materialisme ( Abad ke- 19)
@ Teori Materialisme ( Abad ke- 19)
Seiring berjalannya waktu, realitas penciptaan telah di abaikan oleh sebuah pandangan filosofi tertentu, yang disebut materialisme. Mereka menyebutkan bahwa:
1. Alam semesta ini sudah terbentuk sejak waktu yang tak terbatas dan tidak memiliki awal dan akhir.
2. Segala sesuatu yang ada di alam semesta hanyalah hasil peristiwa kebetulan dan bukan tercipta atas rancangan, rencana atau visi yang disengaja.
Kedua pendapat itu telah ditolak sepenuhnya dengan penemuan- penemuan sains abad ke- 20. Yang pertama kali terkubur adalah pendapat bahwa alam semesta sudah ada sejak waktu yang tak terbatas dan tidak diciptakan. Padahal, sejak 1920- an sudah kmuncul bukti tegas bahwa alam ini terbentuk dari ketiadaan. Para ilmuan pun sudah merasa pasti bahwa jagat raya ini adalah hasil suatu ledakan besar yang tak terbayangkan, dikenal dengan " Dentuman Besar" ( Big Bang).
1. Alam semesta ini sudah terbentuk sejak waktu yang tak terbatas dan tidak memiliki awal dan akhir.
2. Segala sesuatu yang ada di alam semesta hanyalah hasil peristiwa kebetulan dan bukan tercipta atas rancangan, rencana atau visi yang disengaja.
Kedua pendapat itu telah ditolak sepenuhnya dengan penemuan- penemuan sains abad ke- 20. Yang pertama kali terkubur adalah pendapat bahwa alam semesta sudah ada sejak waktu yang tak terbatas dan tidak diciptakan. Padahal, sejak 1920- an sudah kmuncul bukti tegas bahwa alam ini terbentuk dari ketiadaan. Para ilmuan pun sudah merasa pasti bahwa jagat raya ini adalah hasil suatu ledakan besar yang tak terbayangkan, dikenal dengan " Dentuman Besar" ( Big Bang).
Dengan kata lain, terbukti jelas bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah SAW. Pada abad ke- 20 pula menyaksikan kehancuran klaim materialisme yang kedua. Riset yang diadakan tahun 1960- an dengan konsisten menyimpulkan bahwa seluruh keseimbangan alam semesta umumnya dan bumi dirancang dengan rumit untuk memungkinkan kehidupan. Ketika riset ini diperdalam, ditemukan bahwa setiap hukum fisika, kimia, dan biologi dan setiap gaya- gaya fundamental serta setiap detail struktur atom dan unsur- unsur alam semesta sudah diatur dengan tepat dan cermat sehingga memungkinkan manusia dapat hidup. Para ilmuan masakini menyebut desain luar biasa ini " Prinsip Antropis". Maka akhirnya filsafat materialisme telah ditolak. Kini telah jatuh dan menjadi cerita fiksi.
Allah berfirman: " Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itulah anggapan orang- orang kafir, maka celakalah orang- orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka." ( Qs. Shaad: 27)
@ Dentuman Besar ( Big Bang)
Tahun 1922, ahli fisika Rusia, Alexandra Friedman, memperhitungkan bahwa struktur alam semesta tidaklah statis dan impuls kecil pun mungkin cukup untuk menyebabkan struktur keseluruhan mengembang atau mengerut menurut teori teori " Relativitas Einsten". Yang berarti alam semesta ini memiliki permulaan dan ia dapat mengembang dengan akibat dari yang memicunya. Dan tingkat radiasi dapat digunakan sebagai ukuran akibat dari pemicu itu. Pada tahun 1929, astronomer Amerika, Edwin Hubble melalui teleskop raksasa mengamati sejumlah bintang yang bergeser ke arah ujung merah spektrum. Maka, muncullah pernyataan bahwa benda- benda luar angkasa menjauhi kita. Kemudian diturunkanlah kesimpulan bahwa alam semesta ini secara konstan " mengembang".
@ Temuan Ilmiah Terbaru dan Al Qur'an
Allah berfirman:
"Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan al qur'an ini; Niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian dari mereka menjadi pembantu bagi sebagian lainnya." ( Qs. Al Israa', 17: 88)
Allah menurunkan Al Qur'an 14 abad yang lalu. BEBERApa fakta yang baru dapat diungkapkan dengan teknologi abad ke- 21
Allah berfirman: " Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itulah anggapan orang- orang kafir, maka celakalah orang- orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka." ( Qs. Shaad: 27)
@ Dentuman Besar ( Big Bang)
Tahun 1922, ahli fisika Rusia, Alexandra Friedman, memperhitungkan bahwa struktur alam semesta tidaklah statis dan impuls kecil pun mungkin cukup untuk menyebabkan struktur keseluruhan mengembang atau mengerut menurut teori teori " Relativitas Einsten". Yang berarti alam semesta ini memiliki permulaan dan ia dapat mengembang dengan akibat dari yang memicunya. Dan tingkat radiasi dapat digunakan sebagai ukuran akibat dari pemicu itu. Pada tahun 1929, astronomer Amerika, Edwin Hubble melalui teleskop raksasa mengamati sejumlah bintang yang bergeser ke arah ujung merah spektrum. Maka, muncullah pernyataan bahwa benda- benda luar angkasa menjauhi kita. Kemudian diturunkanlah kesimpulan bahwa alam semesta ini secara konstan " mengembang".
@ Temuan Ilmiah Terbaru dan Al Qur'an
Allah berfirman:
"Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan al qur'an ini; Niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian dari mereka menjadi pembantu bagi sebagian lainnya." ( Qs. Al Israa', 17: 88)
Allah menurunkan Al Qur'an 14 abad yang lalu. BEBERApa fakta yang baru dapat diungkapkan dengan teknologi abad ke- 21
Sumber: Ensiklopedi Harun Yahya
Komentar
Posting Komentar