Surat Balasan Untuk Sahabat
Kamu sedih kenapa? Nih biar nggak sedih. Lalu, gadis di seberang sana mengirimkan foto wajahnya, lengkap dengan riasan bedak dan lipstik tebal merona. Gaya kerudungnya pun sudah ala selebriti hijab. Aku menyeringai. That little star has grown up so fast. Seingatku, dulu ia hanya gadis mungil yang pintar merengek. Kami lahir di tahun yang sama, tetapi berbeda 8 bulan. Aku November, dia Februari. Jarak 8 bulan ini selalu menjadi dalihnya untuk mendapatkan perlakuan santun dariku setiap kali aku jahil. “Ingat! Aku ini lebih tua darimu. Jangan songong dong.” Ia merengut, membuat pipi tembamnya tampak seperti bakpao. Aku hanya menyeringai dan hari-hari berikutnya ia tetap menjadi sasaran kejahilanku. * Waktu itu aku masih duduk di bangku SMA. Masa ketika aku bisa merasa bahagia seakan dunia benar-benar ada dalam genggamanku dan merasa sedih seperti dunia di hadapanku run...