Pertanyaan di Kereta
Sesaat setelah petugas informasi mengumumkan kedatangan kereta, aku segera berdiri di bibir peron. Pandanganku melahap sekitar stasiun yang sepi. Hanya kutemukan seorang pria paruh baya, seorang ibu dan dua anaknya yang merengek minta cepat pulang, seorang remaja putri yang sibuk dengan ponselnya, dan dua orang remaja putra yang tampak seumuranku baru masuk peron dengan ransel besar di punggung masing- masing. Ada apa ini? Mungkin barusan ada angin puting beliung yang tiba- tiba menyapu seluruh warga Indonesia dan hanya menyisakan segelintir orang. Ya, mungkin. Kereta yang baru datang menyuguhkan satu pintu tepat di depanku. Dinginnya pendingin ruangan langsung menyergap saat aku memasuki kereta yang juga lengang. Diam- diam aku menyetujui teori puting beliungku tadi. Kurogoh tasku dan mengeluarkan koran harian yang kubeli tadi saat berangkat ke kampus. Mumpung sepi, aku menyelonjorkan kaki, lumayan untuk melepas lelah. "Boleh ikut baca?" seseorang menepuk bahuku. Aku me...