Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Heartquake (#FiksiLaguku part 2)

Gambar
"Satria jadian sama Jenna." Deg. Oksigen di sekelilingku seketika lenyap. "Lo nggak pa- pa, Met?" Tyas menatapku cemas. Aku menggurat senyum, menunjukkan aku baik- baik saja. Tapi siapa pun yang melihatnya, pasti tahu gadis pemilik senyum ini sedang patah hati. Aku mencintai Satria. Sementara Jenna adalah bank berjalan setiap kali aku ingin setor cerita tentang lelaki itu. Aku bertemu Satria, aku disenyumi Satria, kepada Jenna aku bercerita semuanya. Terik matahari siang ini menusuk. Sampai ke hati. Panasnya benar- benar menyelusup dada, membakar luka yang semakin berongga. Tanpa mampu kutahan, gelombang air mataku liar mendobrak dinding yang kubangun. Lelehannya membawa perih yang tertahan sedari tadi. Susah payah aku mengurut dadaku yang kosong tanpa udara. Kupercepat langkahku menyusuri gang kecil ini. Aku ingin cepat pulang. Inspired by No Air- Jordin Spark

Beda

Aku dan kamu itu berbeda. Bahkan di detik ini tampak jelas apa yang tidak kumiliki yang aku tahu itu menjadi sesuatu yang kamu cari. Kamu ke kanan. Aku ke kiri. Kamu genggam A. Kugenggam Z. Beda. Jauh. Lalu bagaimana aku dan kamu akan bertemu? Harapku kita bertemu. Tapi harapmu, siapa yang tahu? Aku bertanya, sudah pantaskah aku? Akankah suatu hari kutemukan titik temu untuk kita? Adakah persimpangan di depan sana?

Dengarkan Aku

"Ta, dengarkan aku!" "Apa?" "......" "Mau bicara tidak?" "Iya, mau." "Apa?" "......" "Sudahlah, aku harus pulang." "Jangan pergi, Ta." "Aku mau pulang. Banyak PR." "Tunggu." "Apa lagi?" "Dengarkan aku." "Telingaku dua tidak tertutup. Aku mendengarkan tapi kamu tidak juga bicara." "Jangan pergi dulu." "Aku kesal kamu tidak bicara." "Iya sekarang aku bicara." "Apa?" "......" "Aku tidak peduli." "Ta! Jangan pergi." "Aku pergi." "......" "Ta, aku mencintaimu."