Heartquake (#FiksiLaguku part 2)

"Satria jadian sama Jenna."

Deg. Oksigen di sekelilingku seketika lenyap.
"Lo nggak pa- pa, Met?" Tyas menatapku cemas.

Aku menggurat senyum, menunjukkan aku baik- baik saja. Tapi siapa pun yang melihatnya, pasti tahu gadis pemilik senyum ini sedang patah hati.

Aku mencintai Satria. Sementara Jenna adalah bank berjalan setiap kali aku ingin setor cerita tentang lelaki itu. Aku bertemu Satria, aku disenyumi Satria, kepada Jenna aku bercerita semuanya.

Terik matahari siang ini menusuk. Sampai ke hati. Panasnya benar- benar menyelusup dada, membakar luka yang semakin berongga.
Tanpa mampu kutahan, gelombang air mataku liar mendobrak dinding yang kubangun. Lelehannya membawa perih yang tertahan sedari tadi. Susah payah aku mengurut dadaku yang kosong tanpa udara. Kupercepat langkahku menyusuri gang kecil ini. Aku ingin cepat pulang.

Inspired by No Air- Jordin Spark

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bell’s Palsy: When I lost and find my own smile

Pillow Talk: Lukamu Tak Hanya Punyamu

Mencintai dengan Normal