Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Winter Tale

           Aku selalu menyukai musim salju. Pertama, ia tak akan sepanas natsu 1) yang membuat keringatku meleleh. Kedua, akan ada baju hangat yang dibelikan ayah kepadaku setiap musim dingin. Ketiga—ini alasan baru, entah bagaimana Dewi Fortuna sangat-sangat memihakku di musim ini. Setelah mengenal seorang laki-laki bernama Aoyama Matsuda di festival hari kebudayaan dan pertemuan terakhirku dengannya di musim dingin tahun lalu, hari ini sosoknya kembali muncul di hadapanku.             Gotemba hari ini diselimuti musim dingin dengan suhu lima derajat celcius. Aku yang berdiri di depan sebuah kios takoyaki mengeratkan jaket. Beberapa toko dari tempatku berdiri, Ayah dengan seorang client- nya sedang duduk di sebuah restoran Italia. Kata Ayah, setelah ini ia akan membelikanku baju hangat makanya aku terpaksa menunggunya.           ...

Sekeping Harapan Kekasih

            "Hasta, pulanglah." Suara Jo terdengar serak di seberang sana. "Aku mohon... Proyek akan disahkan bulan depan. Kami butuh kamu, Ta." Aku bisa merasakan ketulusan di setiap selipan katanya. Namun, permintaannya, aku tidak bisa. "Kamu tahu sendiri jawabanku." Seperti tahu aku hendak memutus sambungan telepon, Jo buru-buru berucap, "Kalau ini tentang Lina, tolong pikirkan lagi!" Mendengar namamu, tiba-tiba genggamanku mengeras pada ponsel. "Apa lagi yang harus dipikirkan?"             "Tidakkah kamu lelah bersembunyi, Ta? Menyalahkan orang lain atas kecelakaan waktu it u—“               "Karena mereka memang salah!" Tanpa kusadari, nada bicaraku meninggi.             "Proyek itu impian Lina, bukan? Lalu kamu akan menghentikannya?"  ...