Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Utinam Ne Illum Numquam Conspexissem

Gambar
Ethan melangkah menyusuri lorong rumah sakit. Biasanya, ia akan menikmati aroma desinfektan yang menyeruak di sepanjang lorong, tapi kali ini aroma itu terasa menyesakkan. Ia menggenggam selembar map coklat yang masih mulus, hasil pemeriksaan salah satu pasiennya baru saja keluar. Langkahnya terhenti di depan kamar 504. Melalui celah pintu yang sedikit terbuka, Ethan bisa mendengar sayup-sayup desahan ventilator di samping ranjang tempat Piper terbaring. Menyadari kehadiran Ethan, Mr.Coleman langsung menghampirinya dengan wajah khawatir. Beberapa detik keduanya terdiam di bangku panjang di depan kamar, sampai akhirnya Ethan berani merapalkan diagnosisnya. “Terapi pekan lalu belum memberikan hasil yang signifikan. Inflamasinya sudah mulai mereda, putrimu akan baik-baik saja.” “Seharusnya aku tak membiarkannya ke luar rumah.” Mr.Coleman mengusap wajahnya gusar. Ethan mengusap punggung pria paruh baya itu, menenangkannya. Melihat seluruh rambut pria di sampingnya yang hampir ...