Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Aku Benci "Selamat Tinggal"

Seharusnya kau tahu dari awal Aku benci "selamat tinggal" Ingat kisahku tentang orang-orang yang pergi? Mereka lenyap seperti buih dalam ombak Menghantam luka menjadi perih Aku benar-benar benci "selamat tinggal" Kukira kau tahu itu Tidak, aku tak akan menangis Mereka yang pergi memang seharusnya begitu, bukan? Aku hanya... aku kesepian Melangkah tanpa tujuan seperti mayat hidup Memutar lagu melankolis berulang-ulang seakan hanya itulah hidupku Aku benci "selamat tinggal" Dan, kuharap kau tahu itu Masih pantaskah aku memekik agar kau berbalik arah? Lihat kerapuhan yang menggerogoti tungkaiku! Tidakkah kau ingin membantuku berdiri? Seperti dulu, huh? Pada akhirnya, Aku hanya bisa berharap kau tahu semua ini Tentang kebencianku atas ucapan "selamat tinggal" Terutama yang kau lontarkan beberapa saat lalu Terlalu tiba-tiba, menyentak Hei, suatu hari kau akan kembali, 'kan?

Watch Out! Under The Sea

Gambar
Akhir Januari tahun ini, untuk pertama kalinya aku pergi ke Pulau Bira, ada acara dengan beberapa anak biologi kampusku di sana. Apaan tuh Bira? Salah satu pulau di Kepulauan Seribu ini memang jarang terekspos. Biasanya, kalau orang-orang pergi ke Pulau Harapan, di sekitar Pulau Bira-lah tempat paling bagus buat snorkeling. Hanya di sekitar lho! Nggak sampai ke pulaunya karena pulau ini bukan tempat pariwisata, melainkan hanya sebagai tempat penelitian orang-orang tertentu. Nah, aku ke pulau ini juga tentu saja bukan untuk menghabiskan hari libur di pinggir pantai yang mendayu-dayu ( Halah). Hari jumat pagi, bersama rombongan, aku berangkat ke Muara Angke. Dari sana, dilanjutkan dengan naik kapal ke Pulau Bira. Menempuh waktu sekitar tiga jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Pulau Bira. Untuk apa aku ke Pulau Bira sih? Seperti yang telah disebutkan di atas, Pulau Bira bukan merupakan tempat pariwisata seperti Pulau Harapan, tetapi hanya digunakan untuk kegiatan penelitian kare...