Watch Out! Under The Sea
Akhir
Januari tahun ini, untuk pertama kalinya aku pergi ke Pulau Bira, ada acara
dengan beberapa anak biologi kampusku di sana. Apaan tuh Bira? Salah satu pulau
di Kepulauan Seribu ini memang jarang terekspos. Biasanya, kalau orang-orang
pergi ke Pulau Harapan, di sekitar Pulau Bira-lah tempat paling bagus buat snorkeling. Hanya di sekitar lho! Nggak
sampai ke pulaunya karena pulau ini bukan tempat pariwisata, melainkan hanya
sebagai tempat penelitian orang-orang tertentu. Nah, aku ke pulau ini juga
tentu saja bukan untuk menghabiskan hari libur di pinggir pantai yang
mendayu-dayu (Halah).
Hari
jumat pagi, bersama rombongan, aku berangkat ke Muara Angke. Dari sana,
dilanjutkan dengan naik kapal ke Pulau Bira. Menempuh waktu sekitar tiga jam
perjalanan, akhirnya kami sampai di Pulau Bira. Untuk apa aku ke Pulau Bira
sih? Seperti yang telah disebutkan di atas, Pulau Bira bukan merupakan tempat
pariwisata seperti Pulau Harapan, tetapi hanya digunakan untuk kegiatan
penelitian karena biota laut di sana termasuk spesies yang dilindungi. Jadi, di
pulau ini aku menjalani beberapa pelatihan untuk penelitian di laut.
Namanya
meneliti laut, pasti harus nyebur ‘kan? Sebelum melakukan pengamatan, para
senior memberikan pengarahan. Salah satunya ini nih, agar berhati-hati dengan
beberapa biota laut. Apa saja biotanya?
11.
Ikan Pari
Pernah
dengar berita tewasnya Steve Irwin, presenter acara alam dari Australia?
Diberitakan beliau tewas akibat tusukan ekor ikan pari. Sebenarnya ekor ikan
pari tidak benar-benar langsung menewaskan manusia. Karena Steve Irwin tertusuk
tepat di jantungnya, tidak heran presenter itu tewas. Jika terkena tusukan ekor
ikan pari di organ gerak, racunnya dapat melemahkan syaraf dan mengakibatkan
kelumpuhan. Jika
berada di padang mangrove dan lamun, berhati-hatilah karena biasanya ikan pari
bersembunyi di sana.
22.
Ikan Lepu Ayam (Lion Fish)
Pernah
main Feeding Frenzy dong! Kalau masa kecil kamu bahagia (hehe), pasti pernah memainkan permainan komputer satu ini. Di salah
satu level Feeding Frenzy, kamu bakal bertemu jenis ikan belang garis merah kecoklatan
dan putih ini, namanya Lion Fish atau Ikan Lepu Ayam. Kalau lihat di permainan
komputer, ikan ini akan tampak lucu dan indah, jangan berharap memikirkan hal
yang sama jika kamu bertemu dengannya di laut. Ikan ini memiliki duri di
punggungnya yang beracun.
33.
Ikan Lepu Batu
Ikan
ini berenang di dasar laut dan bersembunyi di balik pasir. Makanya kebanyakan
orang tidak menyadari keberadaannya. Sirip ikan lepu batu memiliki racun. Kalau
dari cerita para senior, racunnya dapat menimbulkan luka seperti terbakar dan
mati rasa. Cara penyembuhannya dengan mencelupkan bagian yang terkena ke dalam
air mendidih. Tenang, tidak akan terasa panasnya :)) Air kelapa juga membantu
penguraian racun karena merupakan larutan isotonis.
44.
Karang Api
Warna
karang ini kuning pucat dengan nematokis (sel penyengat) yang tampak seperti
bulu halus di sekujur tubuhnya. Nah, sel penyengat inilah yang membuat manusia
yang memegangnya terasa seperti terbakar. Sayangnya, tidak ada cara untuk
mengidentifikasi karang api kecuali merasakan panasnya sendiri.
55.
Bintang Laut Mahkota Duri (Achantaster)
Ternyata
tidak hanya tangan jahil manusia yang suka merusak karang (oke, ini sarkastis :)) ), tetapi hewan juga ada. Kalau anak-anak
biologi biasanya menyebutnya Achantaster,
berasal dari nama latin Achantaster
planci, atau nama lokalnya bintang laut mahkota duri. Hewan dengan tubuh
berbentuk cakram ini merupakan predator karang. Tapi, jangan mentang-mentang
hewan ini merusak karang, kita langsung membunuhnya. Alasan pertama adalah
untuk keseimbangan ekosistem. Selain itu, tubuh hewan ini dipenuhi duri beracun
dan jika ia merasa terganggu, ia akan mengeluarkan telur yang jumlahnya dapat
mencapai ribuan.
66.
Gurita Cincin Biru
Hewan
ini memiliki tubuh dengan warna dasar kuning dan dihiasi lingkaran biru seperti
cincin di skujur tubuhnya. Menarik, bukan? Tapi, berhati-hatilah dengan setiap
hal menarik di bawah laut kebanyakan mereka memiliki racun. Gurita ini
contohnya. Hewan ini tidak bergerak terlalu aktif dan bersembungi di antara
karang.
77.
Ular Laut
Warna
asli ular laut sebenarnya hitam-putih, tetapi bisa memantulkan cahaya biru
keunguan kalau terkena sinar matahari. Ia berenang di antara karang dan
sesekali muncul di permukaan untuk berjemur. Walaupun sebenarnya ia adalah
hewan yang pemalu, disarankan untuk tidak membuat kegaduhan jika bertemu hewan
ini. Hewan ini termasuk ular paling mematikan di dunia.
88.
Bulu babi
Dari
semua biota berbahaya di atas, cuman bulu babi yang aku lihat langsung. Hewan
ini memang paling banyak tampak di antara karang. Duri-durinya yang panjang dan
tajam memiliki racun. Jika terkena, penyembuhannya dengan menyiramkan air seni
ke bagian yang terkena. Menumbuk duri yang tertanam di kulit juga membantu
penguraian racun.
Ada
salah satu organ bulu babi yang dapat dimakan, yaitu gonad atau kelenjar
kelamin. Cara menyantapnya tidak perlu dimasak, hanya direndam dalam air jeruk
nipis agar mengurangi bau amis. Hewan ini juga merupakan bioindikator di
lingkungan kotor. Di bagian bawah bulu babi terdapat duri, namun tidak beracun
dan setajam yang di bagian atas. Duri bagian ini berguna untuk hewan ini
menancap di subtratnya. Bagian inilah yang bisa dipegang kalau kamu pengin
menyentuh bulu babi.
Sebenarnya
masih banyak lagi biota laut yang berbahaya, tetapi delapan jenis di atas yang
biasa ditemukan di daerah snorkeling.
Penyakit orang-orang yang ber-snorkeling paling
akut adalah rasa penasaran. Rasa penasaran inilah yang bisa bikin kamu
menyentuh hewan-hewan berbahaya yang biasanya tampak menarik. Kalau snorkeling juga jangan lupa memakai alas
kaki, kalau kemarin aku pribadi memakai sandal gunung. Satu saranku, kalau
bertemu hewan-hewan berbahaya ini stay
cool aja, jangan panik. Kalau panik, racun akan lebih mudah menyebar ke
seluruh tubuh.
Oke,
demikian tulisanku kali ini. Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat:)
Welcome to the sea!








Paham sekarang :)
BalasHapusikan pari memang berbahaya. dulu sering denger kasus kematian karena buntut ikan pari.. :|
BalasHapuskalau bulu babi mah nggak usah ditanya lagi..