Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

Insomnia

#FiksiLaguku Telunjukku menyusuri sulur perak yang menghiasi permukaan radio lalu merambat ke tombol- tombolnya yang berjejer di bagian bawah. Aku terus bolak- balik tidur, bangun, tidur. Bimbang. Apakah harus kutekan tombol play untuk memutar sebongkah kaset yang aku tidak tahu apa isinya. Sebelum ke Rusia tahun lalu, Avan memberikan kaset itu padaku. Sampai sekarang aku belum memutarnya. Aku takut akan merindukannya, itu saja. Pukul satu dini hari. Kaset dalam rongga radio masih bergeming. Gila. Tidak seharusnya aku begini. Segera kurebahkan tubuh di kasur lalu menarik selimut. Mataku terpejam. Beberapa jenak terbuka kembali. Percuma. Kantuk belum mengunjungiku. Dering ponsel mengagetkanku. Kutekan tombol hijau di permukaannya. “Rania? Kau belum tidur?” Suara itu.  Aku sadar, +7 mengawali nomor sang penelepon. Aku merindukannya. Inspired by “Craig David- Insomnia”

Aku Bisa kan?

#FiksiFilmku      Mataku nyalang menatap layar sepuluh inci di hadapanku. Layar itu berubah gelap, membuatku harus mengusap permukaannya lagi sehingga ia kembali terang. Gelap lagi, kuusap, kembali terang. Terulang begitu seterusnya. Beberapa saat. Ya, aku butuh beberapa saat untuk memahami apa yang tertera di sana. Satu tahun usaha dan kerja kerasku. Ini hasil yang kudapatkan? Sungguh? Bulan satu tahun lalu... “Kalau tidak bisa ya tidak usah dipaksakan.” “Aku bisa, Ma.” “Tapi buktinya kamu nggak bisa. Nilai tryout kamu segitu.” Aku melengos. Tiba- tiba nasi campur ayam bakar di mulutku terasa hambar.Ingin rasanya pergi meninggalkan meja makan dengan atmosfer pekat ini, tapi Papa pasti akan marah. “Tryout itu cuman percobaan.” sanggahku. “Tapi itu menunjukkan kalau kedepannya kamu gimana.” “Aku bisa, Ma. Aku bisa.” aku berusaha menyelusupkan sugesti ke dalam benakku, mendengarkan ucapan Mama bisa membuat semangatku luruh. Aku memutar bola mata, ger...