Insomnia

#FiksiLaguku

Telunjukku menyusuri sulur perak yang menghiasi permukaan radio lalu merambat ke tombol- tombolnya yang berjejer di bagian bawah. Aku terus bolak- balik tidur, bangun, tidur. Bimbang. Apakah harus kutekan tombol play untuk memutar sebongkah kaset yang aku tidak tahu apa isinya. Sebelum ke Rusia tahun lalu, Avan memberikan kaset itu padaku. Sampai sekarang aku belum memutarnya. Aku takut akan merindukannya, itu saja.
Pukul satu dini hari. Kaset dalam rongga radio masih bergeming. Gila. Tidak seharusnya aku begini. Segera kurebahkan tubuh di kasur lalu menarik selimut. Mataku terpejam. Beberapa jenak terbuka kembali. Percuma. Kantuk belum mengunjungiku.
Dering ponsel mengagetkanku. Kutekan tombol hijau di permukaannya.
“Rania? Kau belum tidur?” Suara itu. Aku sadar, +7 mengawali nomor sang penelepon.
Aku merindukannya.


Inspired by “Craig David- Insomnia”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bell’s Palsy: When I lost and find my own smile

Pillow Talk: Lukamu Tak Hanya Punyamu

Mencintai dengan Normal