BABEL: Mengarungi Tiga Benua hanya dengan menonton film!

Tes. Tes 1.2.3

Baru selesai semedi nih hehehe (alasan basi buat nggak nge- blog)
Merasa nggak bertanggung jawab banget sama blog ini T_T
Bingung sih mau isi apa ya *plak
Sekarang mau review aja deh. Belum ada kan ya lembar review di blog amatir ini.
Oke sip.

Jadi, beberapa hari lalu aku abis nonton film keren banget! Banget pokoknya banget. Tiba- tiba langsung ada setruman gitu buat berbagi sama orang- orang. Langsung deh aku googling tentang film ini. Dan... Guess what?! Di web- web rating film seperti Imbd dll film ini berhasil mendapat Four stars, pokoknya paling kecil dapet tiga bintang deh.

Film yang disutradai Alejandro Gonzales Inarritu  ini udah lama banget, sekitar tahun 2006. Yang unik, film ini menyorot empat tokoh dengan latar dan masalah berbeda, dua tokoh beda di Maroko, satu tokoh di Jepang, dan yang lainnya di Meksiko. Otomatis dalam film ini menggunakan bahasa yang berbeda- beda, bahasa Inggris, Jepang, Arab Maroko, dan Spanyol.

Film ini berawal di sebuah padang rumput agak gersang di daerah Maroko, dua orang anak penggembala kambing sedang mencoba senapan yang baru diberikan ayah mereka. Saat salah seorang anak membidik sebuah bus yang melaju di kejauhan, yang awalnya mereka tidak mengira peluru akan sampai ke sana, ternyata dugaan mereka salah. Mereka pun segera pergi saat tiba- tiba bus tersebut berhenti.

Selanjutnya, di salah satu rumah di San Diego, seorang pengasuh asal Meksiko, Amelia, sedang kewalahan karena ia diamanahi untuk menjaga dua orang bocah. Di sisi lain, ia harus pulang ke Meksiko untuk menghadiri pesta pernikahan anaknya. Mau tidak mau, ia pun membawa dua bocah tersebut ikut ke Meksiko. Nah, pas mereka balik ke San Diego, di perbatasan dicegah sama polisi. Santiago, keponakan Amelia sekaligus supir mobil yang mereka tumpangi agak- agak mabok dan kesal diperlakukan seperti penjahat -diperiksa mobilnya, surat- surat, dll. Akhirnya, dia nekat menerobos pembatas wilayah. Di tengah pelarian, Amelia dan dua bocah diturunin Santiago alasannya dia mau mengelabui polisi yang mengejar mereka. Tapi pas Amelia udah lama nunggu, Santiago tidak juga datang. Bayangin! Amelia dan dua bocah itu ditinggalin di padang pasir gersang gitu. Atas perjuangannya, akhirnya Amelia bertemu seorang polisi patroli dan meminta bantuannya. Sayangnya, Amelia yang udah masuk daftar WANTED ini pun harus masuk penjara atas tuduhan penculikan anak dan menerobos batas negara.

Di belahan benua lain, di Jepang, seorang gadis SMA bernama Chieko hanya hidup bersama ayahnya setelah tidak lama ibunya meninggal. Chieko yang bisu dan tuli ini punya masalah dengan virginity. Dia berpikir dirinya tidak spesial dan menarik karena dia belum pernah have a sex dengan siapapun. Dia sempat flirting sama Dokter Gigi, seorang cowok, dan orang dari kepolisian supaya, at least, salah seorang di antara mereka mau have a sex sama dia. Hasilnya? Nol.

Yang terakhir, disorot sepasang suami- istri, Richard dan Susan, yang lagi perang dingin setelah kematian anaknya sedang mengasingkan diri dengan mengikuti tour ke Maroko. Jadi ceritanya di dalam bus Richard lagi tidur, tiba- tiba dengar suara kaca pecah. Istrinya yang duduk di samping kaca yang juga tertidur tiba- tiba tumbang. Pas dilihat, leher Susan sudah berlumuran darah karena sebutir peluru bersarang di sana!
Orang nggak ngerti, termasuk aku wkwk, pertama kali nonton film ini pasti bakal aneh banget. Ya iyalah, tokoh dari belahan benua yang beda- beda dan nggak ada hubungannya sama sekali. Pas pergantian setting dari Amelia ke Cheiko yang paling aneh. Bahkan aku sempet ngira filmnya kepotong wkwk
Mengikuti alur cerita, satu- persatu hubungan para tokoh pun bermunculan. Dua bocah yang diasuh Amelia adalah anak dari Richard- Susan. Peluru yang bersarang di leher Susan adalah yang ditembakkan dua bocah penggembala. Sementara senapan yang digunakan mereka adalah pemberian seorang pria Maroko yang dulu menjadi pemandu perjalanan ayah Chieko saat berlibur di Maroko. Sebagai kenang- kenangan, ayah Chieko pun memberikan senapan yang dimilikinya kepada pria Maroko tersebut.

Kalau nonton film ini, berasa makan permen nano- nano, banyak pelajaran yang tersirat di dalamnya. Tampak jelas perbedaan perilaku dari masing- masing latar yang disorot. Warga Maroko yang tampak sangat antusias ketika melihat turis asing, bahkan mereka mengejar- ngejar bus dan helikopter yang dikirim pemerintah Amerika untuk menolong Susan. Di Jepang, kita menemukan betapa bebasnya pergaulan remaja. Kemudian disorot bagaimana warga Amerika sangat melindungi negaranya. Tampak dari pemeriksaan di perbatasan negara dan prosedur rumit yang dilewati Richard untuk meminta bantuan ke Dubes Amerika, mereka mempersulit karena takut masalah teroris (awalnya penembakan Susah diduga pelakunya adalah teroris). Adapula pelajaran bagaimana menjalin ikatan suami- istri yang baik (Ahak!)

Pokoknya banyak banget yang bisa dipelajari di dalam film ini. Saking banyaknya susah buat disebutin wkwk

Jadi... Tonton sendiri yak! ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bell’s Palsy: When I lost and find my own smile

Pillow Talk: Lukamu Tak Hanya Punyamu

Mencintai dengan Normal