C. equisetifolia: “Satpam”-nya Pantai
Kalau
dengar kata “pantai”, pasti terbayang tempat yang indah untuk berlibur. Sawarna,
Kuta, Pangandaran, dan sederet pantai lain selalu berhasil menggoda para
pengunjung dengan pesonanya. Namun, tahukah kamu bahwa sebenarnya pantai kita
dalam masalah besar?
Salah
satu permasalahan wilayah pantai dari segi iklim adalah kenaikan air laut yang
dapat menyebabkan abrasi pantai, sedimentasi dan erosi. Dampak peristiwa erosi:
1) tanah pada lahan pantai bertekstur kasar dan bersifat lepas sehingga sangat
peka terhadap erosi angin, 2) hasil erosi yang berupa endapan pasir (sand
dune) mampu menutup wilayah budidaya pertanian dan pemukiman di daerah
dibelakangnya, 3) butiran pasir bergaram yang dibawa dari proses erosi angin
dapat merusak dan menurunkan produktivitas tanaman budidaya, 4) peristiwa erosi
juga berdampak pada rendahnya tingkat kesuburan lahan pantai. (Triatmodjo,
1999; Tim UGM, 1992, Haryadi, 2009; Suryanto, 1996 dalam Budiyanto, dkk., 2005;
Dep. Kehutanan, 2000; Kurnia, dkk., 1997)
Sebagai
daerah yang kaya akan sumber daya alam sehingga juga berguna untuk meningkatkan
perekonomian rakyat, perlu dilakukan upaya konservasi di daerah pantai. Salah
satunya dengan penanaman tanaman di sepanjang pesisir pantai yang bertugas
sebagai “satpam” daerah tersebut. Casuarina
equisetifolia adalah salah satu tumbuhan yang melakukan
tugas ini.
Casuarina
equisetifolia yang memiliki nama
lokal cemara laut ini berdiri kokoh pada tepi-tepi vegetasi bukit pasir yang
juga daerah rendaman air saat pasang naik. Struktur akar dan batangnya yang
kuat mampu menahan gempuran ombak. Tumbuhan dikotil ini pun memiliki tajuk yang
rindang sehingga menciptakan iklim yang baik untuk pantai. Angin yang berhembus
dari laut dapat tertahan dengan efektif karena C. equisetifolia tumbuh besar dan melebar. Selain itu, nitrogen yang
diikat oleh akarnya baik untuk
meningkatkan kesuburan tanah dan merehabilitasi tanah pada kawasan pantai
Di Sarawak, C. equisetifolia dilindungi
karena peran pentingnya dalam menjaga daerah pantai. Sementara di Cina Selatan,
sebagai penahan angin, C. equisetifolia ditanam di
sepanjang pantai. C. equisetifolia tumbuh di sebagian
besar pantai di Indonesia, tetapi hanya beberapa yang menerima perawatan. Maka,
tugas kitalah untuk turun tangan dalam upaya konservasi ini. Bukankah akan
terasa lebih baik jika kita menikmati keindahan pantai yang kita jaga sendiri?
Kalau bukan kita, siapa lagi? Salam konservasi!

wah, pohon cemara ya.
BalasHapussalam konservasi! ngomong2 followback blog dong mbak :)
hehehe
Salam lestari! Terima kasih sudah berkunjung, followed ya:D
Hapus