Kakaktua Dalam Kandang

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 11 Agustus 2013 saya pergi rekreasi ke Bogor dengan keluarga. Kami sempat menginap di salah satu penginapan di sekitar daerah menuju Gunung Salak. Nah, postingan saya kali ini bukan tentang rekreasinya, tapi tentang apa yang saya dapatkan di sana.
Apakah itu? Dilihat dari gambar di atas, ya benar, saya menemukan seekor burung kakaktua.
Memang ada apa?
Sebelumnya saya ingin sharing, kalau saya itu ketika melihat atau mendengar segala hal tentang hewan akan sangat sensitif. Jadi awalnya saya sangat kasihan melihat burung kakaktua itu hidup sendiri di dalam kandang sempit yang kira- kira luasnya hanya 1x1 meter. Tidak bisa terbang bebas, makan pun di jadwal itu juga kalau sang pemilik ingat jadwalnya. Kenapa tega mengurung binatang seperti itu? Kenapa tidak dibiarkan terbang bebas?
Namun tiba- tiba pikiran saya terbalik.

Bagaimana kalau kita sebagai manusia berada di posisi sang kakaktua? Kita terkurung dalam kandang, sendiri, makan dijadwal. Dan kalau dipikir- pikir kita memang sedang dalam posisi itu.
Hidup ini adalah kandang kita dengan aturan- aturan yang Tuhan tetapkan sebagai jeruji yang membatasi kita.
Tuhan mengatur hari ini kita dapat jatah kebaikan berapa
Tapi kita tidak sendiri disini, Tuhan menciptakan makhluk lain untuk menjadi teman kita.
Lalu Tuhan tidak seperti sang majikan kakaktua. Tuhan selalu tahu apa yang kita butuhkan bahkan saat kita tidak memikirkannya dan Dia selalu memberikannya bahkan saat kita tidak meminta.
Tuhan tidak pernah lupa dengan hambaNya bahkan saat kita melupakannya.


Jadi?
Jadi bagaimana setelah ini?
Apakah kita masih bisa memaki Tuhan yang dengan mudahnya memutar balikkan hidup
?

Kita ini adalah kakaktua dalam kandang, sekarang yang kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa menerima dan menuruti semua keinginan Sang Majikan.


Semoga bermanfaat :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bell’s Palsy: When I lost and find my own smile

Pillow Talk: Lukamu Tak Hanya Punyamu

Mencintai dengan Normal