Anak- Anak yang Luar Biasa

         Sekarang aku mau cerita tentang anak- anak tunanetra yang hebat banget. Oke ini cerita udah lama banget, tapi baru bisa post sekarang haha

Waktu itu ceritanya lagi bosen banget di asrama. Mumpung lagi hari jum'at pas banget lagi jadwal keluar. Beberapa orang dari kami pun memutuskan untuk pergi ke sebuah panti asuhan yang alamatnya kami dapat dari salah satu guru kami, daripada belanja kebutuhan tidak jelas haha
Beberapa menit perjalanan dengan angkutan umum kita pun turun. Ternyata ini bukan panti asuhan. Hanya Sekolah Luar Biasa (SLB) tapi ada beberapa muridnya yang tinggal di asrama. Awalnya kami sedikit kecewa karena tujuan kita berkunjung itu untuk santunan dan do'a bersama untuk kami yang sebentar lagi akan Ujian Nasional. Tapi kami tetap masuk dan acara tidak ada perubahan. Lagipula siapa pun boleh kan do'a bersama.
Acara hanya simulasi biasa karena kami bingung simulasi apa yang cocok untuk anak- anak tunanetra. Katanya salah satu di antara mereka ada yang mendapat juara Lomba Hafalan Undang- Undang se-nasional keberapanya lupa. Namanya Jerry, keliatan sih pas awal kita masuk dia yang paling welcome daripada temen- temennya yang diam. Trus ada juga Solah, dia sudah hafal 20 juz! Gilaa eh subhanallah 20 juz!!

Akhirnya acara terpotong karena waktu sholat jum'at sudah masuk. Sementara menunggu waktu sholat dzuhur, kami banyak bertanya kepada guru- guru disana. Betapa harus punya kesabaran ekstra kalau mau jadi guru SLB. Dan sang guru pun banyak menjelaskan tentang kehidupan tunanetra.
"Orang buta itu sebenarnya bisa punya kedudukan sama kayak orang normal asal mereka punya semangat yang tinggi sama usaha. "
"Mereka mah sudah hafal jalan disini, naik angkutan saja sendiri. "
Ohiya murid- murid disini punya latar belakang yang beda- beda. Kalau Solah buta dari lahir dan orangtuanya yang punya latar belakang agama kuat itu menitipkannya di asrama SLB ini. Ada juga Agung dia itu butanya pas SMP. Terus anak kecil kelas 1 SD lupa- lupa inget namanya Lala deh kayaknya, dia itu buta sejak lahir punya kakak yang juga sekolah disana yang berarti buta juga tapi hari ini lagi di rumah sakit karena kan operasi. Bukan operasi cangkok mata looh, tapi operasi apaa gitu soalnya mata kakaknya Lala itu merah gitu jadi kan kasian. 
Aku sempat keliling kelas mereka. Jadi kelas mereka kira- kira ada sekitar enam kelas. Dan aku baru sadar loh, ternyata lantai sepanjang lorong kelas berbeda warna dan sedikit kasar yang tujuannya untuk memberi mereka jalur. Juga ada perpustakaan yang isinya buku dengan huruf braile semua. Sang guru juga ngajarin kita baca huruf braile.

Setelah sholat dzuhur dan makan bakso bersama kami digiring para guru ke sebuah ruangan yang ternyata adalah ruang musik. Masing- masing murid sudah siap dengan alat musiknya masing- masing. Sudah selesai pengecekan alat musik, mereka pun mulai bermain musik. Kami request lagu banyak loh tapi cuman dikit yang mereka mainin soalnya waktunya cuman sebentar.
Satu kesan kami, mereka itu Luar Biasa banget! Kalau mereka yang buta aja bisa, kenapa kita nggak? Ini bukan masalah harta karena aku yakin kebanyakan mereka adalah golongan mampu, tapi ini masalah apa yang tidak mereka miliki adalah apa yang kita miliki. Yang buta saja ingin berusaha terlihat normal, pasti kita yang normal juga harus terlihat lebih normal kan? 

"Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki dengan menggunakannya untuk hal- hal yang baik"
Sekian :)
080213







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bell’s Palsy: When I lost and find my own smile

Pillow Talk: Lukamu Tak Hanya Punyamu

Mencintai dengan Normal