Aku Membencimu

Aku membencimu saat segala tentangmu selalu menawan di mataku
Saat kau berhasil menyita pikiranku
Tidak peduli bagaimana keadaanku
Sedihkah atau senangkah
Sibukkah atau hanya sedang merenung
Kau selalu disana

Mungkin saat aku menemukanmu sedang bersama "yang lain" aku juga akan tersenyum
Tidak peduli bagaimana rasanya hati ini sesak
Melihatmu saja itu sudah lebih dari cukup
Dan bersamaan dengan itu, aku setuju kalau aku adalah orang gila
Gila akan cintamu, mungkin
Aku sendiri masih bertanya
Bagaimana mungkin aku tergila- gila pada cinta seseorang yang tidak memberiku cinta

Hey kau! Kapan pertama kali kita bertemu?
Kapan rasa ini datang dan membelenggu jiwaku?
Dan saat aku mulai menghitung hari, segalanya terlalu singkat
Saat pertemuan itu
Saat aku terpesona dengan kilat di matamu
Lalu diam- diam aku memujamu

Kau membuatku bisa merasakan dua hal berbeda dalam satu waktu
Cinta dan benci

Sudah kubilang aku membencimu!
Dan aku semakin benci saat hatiku sudah memekik lelah seperti ini, lalu aku mencoba berpaling
Tapi yang kutemukan selalu sosokmu
Sosokmu yang entah sampai kapan selalu disana
Walau kutahu kau hanya mimpi dan ilusi

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bell’s Palsy: When I lost and find my own smile

Pillow Talk: Lukamu Tak Hanya Punyamu

Mencintai dengan Normal