Kontribusi Saya untuk Indonesia?

*bersih-bersih debu*

Halo, Blogger! Seperti sudah beranjak sepuluh tahun saat terakhir kali pos saya di blog ini lahir. Saya tidak meminta dimaklumi, kegiatan perkuliahan saya cukup membuat saya sedikit tertatih-tatih:') Namun setiap kali teringat tekad dan mimpi saya, Alhamdulillah semester 5 sudah berhasil saya gapai. Bismillah 3 semester lagi!

Aamiin Ngomong-ngomong soal mimpi, waktu kecil dulu sepertinya sangat mudah merapalnya. Iya, gak? "saya mau jadi musisi", "saya mau jadi astronot", "saya mau jadi teknisi". Beranjak semakin dewasa, dunia realistis yang dulunya samar mulai tampak dan semakin lama mimpi hanya sekadar mimpi:")

Duduk di salah satu kursi di Program Studi Pendidikan Biologi UNJ tak pernah menjadi harapan saya sebelumnya. Terbersit pun tak pernah. Namun, saya teringat satu hal di masa lalu. Suatu waktu, seseorang bertanya pada saya, “Apa cita-citamu?”. Kemudian, saya menjawab, “menjadi penulis dan ilmuwan”. Pembicaraan ini bisa jadi satu hal yang membuat saya bertahan di tempat saya saat ini.

Biologi memang menjadi mata pelajaran favorit saya sejak dulu. Ditambah, memelihara kucing sejak kecil menumbuhkan kecintaan tersendiri bagi saya terhadap hewan. Banyak hal baru mengenai Indonesia yang semakin memacu pergerakan saya. Lalu, saya mulai merangkai mimpi baru. Menjadi ilmuwan dan penulis akan selalu tertanam dalam hati saya. Ilmuwan yang dengan penelitian spektakulernya mampu meningkatkan kesejahteraan Indonesia sekaligus penulis yang cerdas sehingga tak ada yang mampu mencibir karya-karyanya. Terlalu muluk memang. Tapi, tidak salah ‘kan bermimpi?

Dengan kekayaan alamnya yang melimpah, seharusnya Indonesia menjadi salah satu negara maju, bahkan yang terdepan mengalahkan Jepang, Korea, dan negara lain. Namun, tingkat pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakatnya yang rendah mampu menekan Indonesia ke titik terbawah dari negara-negara berkembang. Sebagai mahasiswa pendidikan, pastinya saya selalu ditekankan bahwa guru yang memiliki andil paling besar dalam masalah ini. Tingkat pendidikan yang rendah memang salah guru, tetapi apakah perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang rendah juga salah guru? Jawabannya, ya.

Mari ikut saya memahami kata “pendidikan”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Saya tidak perlu melampirkan pendapat para ahli ‘kan? Pernyataan yang sudah termaktub dalam KBBI saja sudah membawa sebagian besar pengertian tentang pendidikan. Kalau dalam perkuliahan, sering disebut-sebut kalau pendidikan adalah upaya “memanusiakan manusia”. Jadi, terlalu sederhana jika tugas guru sekadar berdiri di depan kelas, menjelaskan materi pelajaran, memberi tugas, ujian, nilai, lalu pulang ke rumah. Ada andil yang sangat besar di tangan guru untuk dapat mengangkat Indonesia ke tingkat teratas.

Bagi saya, menjadi ilmuwan dan penulis tak berhenti sebatas itu saja. Saya dituntut menjadi guru dengan segala yang saya miliki. Bukan, bukan guru yang berdiri di kelas dan menjelaskan materi pelajaran. Informasi tambahan, saya bukan orang yang menyukai berdiri di tempat yang sama dalam waktu lama. Membosankan. Selain itu, saya bukan orang yang bisa berdiri di depan orang banyak lalu mengutarakan pemikiran saya. Saya akan menjadi guru di banyak kelas, bahkan banyak sekolah. Jika perlu, saya akan menjadi guru di masyarakat umum. Bukan saya yang akan berdiri di hadapan mereka, tetapi tulisan-tulisan saya. Memberi pemahaman tentang betapa kayanya Indonesia menjadi tugas terbesar saya sebagai guru.

Ini kontribusi saya untuk Indonesia, bagaimana dengan kamu?

Nama: Zahra Muthmainnah
Nama instansi: Universitas Negeri Jakarta
Program studi: Pendidikan Biologi
Baituzzakah Pertamina
Beasiswa Bazma 2016
Scholarship Baituzzakah Pertamina

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bell’s Palsy: When I lost and find my own smile

Pillow Talk: Lukamu Tak Hanya Punyamu

Mencintai dengan Normal